Hubungan mertua dan menantu sering kali ibarat air dan minyak, tidak dapat disatukan! Zaman sekarang, masih ada ga mertua yang nganggep menantu seperti anak sendiri? Kalau ada, siapa pun itu pasti beruntung banget.

Awalnya netizen yang satu ini mengira ia mendapat mertua yang baik, tapi ternyata….
Mari kita simak ceritanya!
------------------------------------
Sekarang saya baru sadar kalau mertua saya itu bermuka dua
Pas baru nikah, dia bilang dia akan menyayangi saya seperti anaknya sendiri
Saya kira dapet mertua yang baik
Ternyata saya salah!


Semalam,
Karena rebutan kamar mandi
Saya dan suami bertengkar sedikit
Saya suruh beli rumah dan pindah keluar karena di sini sempit sekali
Kamar mandi saja sampai harus bergilir

Tau-taunya,
Suara kami terdengar sampai ke luar kamar
Mertua dateng lalu gedor-gedor pintu
Ga nyangka mertua tiba-tiba marahin saya


"Saya sudah tahan kamu lama sekali! Kesabaran saya sudah habis. Kamu yah! Selalu cari gara-gara sama anak saya! Saya heran, kok XXX bisa sampai mau sama kamu!"
Sontak langsung saya marah balik, "Bu, Ibu tidak usah ikut campur. Ini urusan kami berdua. Apa salah saya? Mau pindah, mau beli rumah, itu urusan kami!"
Ga disangka, si mertua langsung mengalihkan pembicaraan.
"Kamu! Tinggal di sini begitu lama, ga pernah masak sama sekali! Kamu pikir kamu sudah melaksanakan kewajibanmu sebagai menantu!? "
"Lho, saya kan ada bantu cuci piring, nyapu!! 
"Itu memang sudah pekerjaan kamu, karena kamu tinggal di sini, di rumah saya!"
Wah, ternyata…. Saya baru sadar kalau selama ini saya dianggap sebagai "orang luar", pembantu, boro-boro "anak sendiri".
Suami pun juga tak luput dari amarahnya.
"Kamu ini, pengecut, makanya dikendalikan sama istri! Apa-apa dengar istri, apa-apa dengar istri, bapak sama ibu dikemanain hah!?"
Guna menenangkan amarah sang mertua, suamiku hanya bisa bilang sudahlah, sudahlah. Tapi, percuma saja. Emosinya tetap tak terkendalikan.
"Kalau bukan XXX mau sama kamu, kamu gak mungkin bisa masuk rumah ini! Sifat kamu sama jeleknya seperti mamakmu! Mamak sama anak sama!"
Wah, mendengar dia bawa-bawa nama ibuku, sontak emosiku pun memuncak! Ini pertama kalinya aku bertengkar sama mertua. Sekali bertengkar sehebat ini.
"Ngapain bawa-bawa nama ibu saya!? Apa hubungannya sama ibu saya!? Emang ibu lebih pintar, lebih berpendidikan dari ibu saya!? Kalau memang begitu, kenapa ga bisa bedain A sama B?!"
Terakhir, si mertua bilang, "Saya ga sudi punya menantu seperti kamu! Mulai sekarang pergi kamu!"
"Baik! Saya juga ingin angkat kaki dari sini! Saya gak sudi punya mertua seperti kamu!"
Saya langsung masuk ke kamar mandi dan mandi. Di luar masih terdengar suara mertua ngomel-ngomel, tapi kemudian ditarik pergi sama suami saya.
Malam ini benar-benar ramai sekali! Tadinya saya ingin pulang ke rumah orang tua saja, tapi suami saya menahannya. Mau telepon ke rumah juga tidak dikasih. Katanya demi keutuhan keluarga, harap saya bisa bersabar sesabar-sabarnya. 
Tapi akhirnya saya tahu juga wujud asli mertua saya seperti apa. Ternyata selama ini ia hanya berpura-pura baik saja, di belakangku, di depan suamiku, selalu ngomongin kejelekanku. Benar-benar mertua yang munafik!
-------------------------------------------------------------------
Postingan netizen ini mendapat banyak komentar dari netizen lain, di antaranya:
"Hampir sama kayak mertuaku! Ogah tinggal sama mertua, banyak urusan! Mendingan cari kerja sendiri, beli rumah sendiri, pindah!"
"Ketika suami membela orang tuanya sendiri, rasanya tuh pengen cerai saja! Nikah saja sana sama mama sendiri!"
"Memang ga gampang dapet mertua yang bener-bener baik, banyak mertua yang cuma di depan doang baik-baik…."
Bagaimana dengan kalian sobat cerpen? Apa kalian bisa terima mertua yang seperti ini, atau ada solusi yang lebih baik bagaimana supaya mertua dan menantu bisa akur hidup bersama? Suarakan pendapatmu yah!